asthral

segalanya putih, aku mencoba membuka dan menutup mataku , tapi segalanya tetap putih. ah, aku bahkan tak tahu apa aku sedang membuka mata atau menutup mata? aku buta? tapi buta itu hitam, itu yang selalu ku dengar. entah dimana aku mendengar itu. mungkin aku sedang bermimpi? mungkin beginilah mimpi orang buta? atau aku sedang bermimpi berpura pura buta. dan kapan pun aku bisa terbangun dan menyadari semua baik baik saja. di bawah harapan itu aku tersenyum meskipun sesungguhnya aku getir dengan suara suara suram ketidak pastian. tapi ini putih, seputih susu. mungkin ini mimpi kosong. mimpi yang cepat atau lambat harus aku tinggalkan. ah, aku tahu ini adalah tahapan separuh mimpi dan separuh terjaga. dan kondisi ini benar benar tak nyaman, berada dalam kegelapan sepertinya lebih baik dari pada di papar cahaya putih seperti ini  terus menerus. haruskah aku bangun, haruskah aku tertidur dan mengabaian semuanya. tapi, bangun dari mana? bahkan aku tak tahu dimana aku berpijak, semuanya putih. bukan hanya itu, aku bahkan tak bisa merasakan tubuhku. aku tak bisa terbangun, aku lupa caranya terbangun. aku tersesat dan larut dalam lautan cahaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s