epilog

Kita, menyusuri sudut malam kota tanpa bicara, Di atas aspal hitam, di kawal barisan rapi lampu jalanan. berjalan lambat, tanpa tahu akan kemana

tak semudah yang tlah ter bayangkan, saat kita memutuskan untuk pergi kemarin. hari ini, dunia tak lagi sederhana. tiba tiba kita beranjak tua, lupa pada semua hal yang dulu kita percaya. harapan tercerai di sepanjang jalan. terkikis kerikil tajam. mimpi terenggut hingga akar sebelum mekar.

jadi, aku berkata : katakan sekarang apa yang kau rasa. jangan tunggu kau lupa sehabis selesai air mata. Aku mulai lelah. kurasa, Kita telah kalah. Kita sudah tak berdaya untuk semenit pun berdiri dan melangkah lagi. Jadi katakan kemana arah kita.

Kau tersenyum dan menggelengkan kepala :

“aku tak tahu, sepertinya, kita akan hilang begitu saja.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s