gap

di depan kanvas putih, aku larut dalam kebisuan. jari ini membeku lagi, tak kunjung jua menggoreskan pena. waktu berdetak. kanvas mulai ber debu. dan pena pun mengering. aku masih terkunci dan lumpuh.

aku berpikir dalam, tak mengerti bagaimanakah menggambarkan kekosongan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s