quo vadis

berdiri di tepi pantai, menatap jauh ke seberang lautan, di sanalah mimpi mungkin hidup abadi di balik horizon cakrawala. di seberang sanalah mungkin kehidupan kan bertemu puisi merindukan pulang.

namun, kaki ini masih tertanam dalam pertanyaan.

adakah di seberang sana tempat bersembunyi tanpa membuat mereka merasa sepi?adakah di sana tempat yang bagus untuk mati tanpa membuat seorangpun menangis?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s