dekadensi

terbayang sebuah ruang yang tanpa sekat. lantai beralaskan rumput dan kerikil, menggores kaki di setiap pijakan. peraduan adalah belukar berduri. selimut hanyalah jeratan ilalang. beratapkan langit, bukan langit langit. panorama hanyalah pohon cemara dan ranting yang berserakan, real time dan faktual tanpa pariwara. melangkah tanpa peta, hidup tanpa pengkhotbah, menikmati kebinatangan seutuhnya.tersesat dan menguak tanda tanya kesepian. perjalanan panjang mencari titik temu dengan keajaiban.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s